Saya dulunya tidak suka menulis, yang suka saya ketik hanyalah
kode-kode program. Entah kenapa saya sekarang mulai minat menulis......
Karena nantinya akan banyak menyinggung hal-hal yang berhubungan dengan open source maka saya akan mencoba memberikan pemahaman tentang open source menurut versi sendiri.
Jika kita menyebut istilah opened-source code orang awam yang paham bahasa Inggris akan segera paham bahwa kita hendak menjelaskan sesuatu yang terkait dengan source code.
Pemahaman yang segera (bahwa yang dibicarakan adalah tentang souce code) inilah yang sulit didapat kalau kita hanya memakai istilah open source. Pada beberapa buku yang saya beli tulisan pengantarnya tentang open source tidak menyinggung/menyebut istilah source code sama sekali, padahal source code adalah inti semua pembahasan tentang open source.
Bila orang awam yang dimaksud telah tahu bahwa jika kita hendak bicara tentang open source maka source yang dimaksud adalah source code, maka banyak hal menjadi lebih mudah.
Yang kita perlukan sekarang adalah penjelasan tentang apa itu "source code"
Kita dapat memakai analogi yang dipakai Richard Stallman untuk program code. Stallman meng-analogikan program code seperti resep. Dia menyatakan "a program is like a recipe"
Jika program aplikasi yang sudah jadi di-analogikan sebagai "kue" maka source code adalah resep cara pembuatan program, kue matang yang sudah jadi adalah dapat dianalogikan sebagai executable/runable-code.
Dengan analogi ini kita mudah memahami bahwa organisasi yang menjual/memberikan solusi opened-source code berarti organisasi yang memberikan runable-code sekaligus source code program. Opened-source code oganization dapat dianalogikan sebagai penjual kue yang menjual/memberi kue matang disertai dengan resep cara pembuatan kue tersebut. Disinilah kita bisa menjelaskan bahwa opened-source code lebih tepat disebut sebagai source code included:source code disertakan
Penyertaan source code memunkinkan kita membuat runnable-code baru (selain runnable code yang sudah disediakan). Ini mirip dengan penyertaan resep memungkinkan kita membuat kue baru (selain kue matang yang telah dibeli/diberikan) bahkan kita bisa membuat variasi sesuai selera pada kue tersebut begitu juga dengan program aplikasi yang source code included (baca : open source) kita dapat membuat aplikasi jenis baru tinggal merubah dan mengutak-atik kode yang sudah diberikan kepada kita lalu kita compile maka jadilah program aplikasi baru yang sesuai dengan selera dan kebutuhan kita.
Lawan kata open source
Lawan kata open source adalah proprietary, saya berusaha mencari penjelasan tentang proprietary di wikipedia tapi tidak ada. Yang jelas para pengembang software proprietary tidak memberikan source code programnya, contohnya Ms Windows dan berbagai aplikasi yang berjalan didalamnya seperti Ms Office (Word, Excel dll). Semuanya adalah program jadi(siap pakai) yang hanya tinggal kita gunakan tanpa tahu "resep"nya.
Satu hal yang bisa kita pastikan, bahwa Microsoft tidak ingin pembelinya menjadi pintar lalu membuat sendiri Operating System atau prog applikasi lainnya sesuai selera sang pembeli, Microsoft lebih senang memanjakan dan "mem-bodohkan" pembelinya.
Berbeda dengan Linus Trovalds, Richard Stallman dkk. Mereka lebih ingin menjadikan kita pandai, mereka lebih mendidik kita untuk lebih pintar. OS Linux (yg dibuat oleh Linus Trovalds) dilempar ke internet secara gratis beserta source codenya. Lalu muncullah berbagai distro linux seperti Redhat, Fedora, Debian, Ubuntu, Ubuntu Moeslem Edition, IGOS (Indonesia Go Open Source), SEHAT, Blank ON (Baca Blankon). Jumlah turunan linux sudah sangat banyak mungkin ratusan ribu, setiap negara pasti mempunyai distro sendiri sesuai dengan kondisi negara dan bahasa mereka. Bukan hanya setiap negara, bahkan setiap kawasan sebuah negara mempunyai versi linux ala daerah mereka masing-masing seperti Linux Blank On yang agak ke-jawa an.
Karena nantinya akan banyak menyinggung hal-hal yang berhubungan dengan open source maka saya akan mencoba memberikan pemahaman tentang open source menurut versi sendiri.
Jika kita menyebut istilah opened-source code orang awam yang paham bahasa Inggris akan segera paham bahwa kita hendak menjelaskan sesuatu yang terkait dengan source code.
Pemahaman yang segera (bahwa yang dibicarakan adalah tentang souce code) inilah yang sulit didapat kalau kita hanya memakai istilah open source. Pada beberapa buku yang saya beli tulisan pengantarnya tentang open source tidak menyinggung/menyebut istilah source code sama sekali, padahal source code adalah inti semua pembahasan tentang open source.
Bila orang awam yang dimaksud telah tahu bahwa jika kita hendak bicara tentang open source maka source yang dimaksud adalah source code, maka banyak hal menjadi lebih mudah.
Yang kita perlukan sekarang adalah penjelasan tentang apa itu "source code"
Kita dapat memakai analogi yang dipakai Richard Stallman untuk program code. Stallman meng-analogikan program code seperti resep. Dia menyatakan "a program is like a recipe"
Jika program aplikasi yang sudah jadi di-analogikan sebagai "kue" maka source code adalah resep cara pembuatan program, kue matang yang sudah jadi adalah dapat dianalogikan sebagai executable/runable-code.
Dengan analogi ini kita mudah memahami bahwa organisasi yang menjual/memberikan solusi opened-source code berarti organisasi yang memberikan runable-code sekaligus source code program. Opened-source code oganization dapat dianalogikan sebagai penjual kue yang menjual/memberi kue matang disertai dengan resep cara pembuatan kue tersebut. Disinilah kita bisa menjelaskan bahwa opened-source code lebih tepat disebut sebagai source code included:source code disertakan
Penyertaan source code memunkinkan kita membuat runnable-code baru (selain runnable code yang sudah disediakan). Ini mirip dengan penyertaan resep memungkinkan kita membuat kue baru (selain kue matang yang telah dibeli/diberikan) bahkan kita bisa membuat variasi sesuai selera pada kue tersebut begitu juga dengan program aplikasi yang source code included (baca : open source) kita dapat membuat aplikasi jenis baru tinggal merubah dan mengutak-atik kode yang sudah diberikan kepada kita lalu kita compile maka jadilah program aplikasi baru yang sesuai dengan selera dan kebutuhan kita.
Lawan kata open source
Lawan kata open source adalah proprietary, saya berusaha mencari penjelasan tentang proprietary di wikipedia tapi tidak ada. Yang jelas para pengembang software proprietary tidak memberikan source code programnya, contohnya Ms Windows dan berbagai aplikasi yang berjalan didalamnya seperti Ms Office (Word, Excel dll). Semuanya adalah program jadi(siap pakai) yang hanya tinggal kita gunakan tanpa tahu "resep"nya.
Satu hal yang bisa kita pastikan, bahwa Microsoft tidak ingin pembelinya menjadi pintar lalu membuat sendiri Operating System atau prog applikasi lainnya sesuai selera sang pembeli, Microsoft lebih senang memanjakan dan "mem-bodohkan" pembelinya.
Berbeda dengan Linus Trovalds, Richard Stallman dkk. Mereka lebih ingin menjadikan kita pandai, mereka lebih mendidik kita untuk lebih pintar. OS Linux (yg dibuat oleh Linus Trovalds) dilempar ke internet secara gratis beserta source codenya. Lalu muncullah berbagai distro linux seperti Redhat, Fedora, Debian, Ubuntu, Ubuntu Moeslem Edition, IGOS (Indonesia Go Open Source), SEHAT, Blank ON (Baca Blankon). Jumlah turunan linux sudah sangat banyak mungkin ratusan ribu, setiap negara pasti mempunyai distro sendiri sesuai dengan kondisi negara dan bahasa mereka. Bukan hanya setiap negara, bahkan setiap kawasan sebuah negara mempunyai versi linux ala daerah mereka masing-masing seperti Linux Blank On yang agak ke-jawa an.



0 komentar:
Posting Komentar